Genjot Promosi Pariwisata, Denpasar Gelar Table Top Virtual 2022

Genjot Promosi Pariwisata, Denpasar Gelar Table Top Virtual 2022

Dinas Pariwisata Kota Denpasar bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Denpasar menggelar Table Top Virtual 2022. 

Event yang berlangsung di Hotel Griya Santrian Sanur ini mengusung tema "Menyongsong Bangkitnya Pariwisata Denpasar" 

Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Made Sugiani menjelaskan, Table Top ini diikuti 15 buyer dan 15 seller secara luring serta daring. 

Buyer disebut berasal dari sejumlah daerah di Tanah Air.

Sedangkan seller merupakan pegiat berbagai usaha sektor kepariwisataan di Kota Denpasar

"Table Top ini merupakan salah satu kegiatan kami dalam rangka pemasaran pariwisata, dalam upaya untuk mempromosikan pariwisata kita yang sudah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19," ungkapnya kepada wartawan di Sanur, Senin (28/3/2022). 

 "Kami mengundang buyers ada yang dari luar daerah. Pandemi sudah melandai dan adanya pelonggaran kebijakan merupakan momen kebangkitan pariwisata Bali dan khususnya Denpasar. Potensi pariwisata di Denpasar kita promosikan di Table Top Virtual, mengingat dalam kondisi ini kita tetap kreatif promosi tetap dilakukan secara digital," bebernya. 

Kata dia, Table Top Virtual untuk mendatangkan turis domestik. Selanjutnya pada akhir tahun 2022, promosi pariwisata akan tetap berlanjut namun khusus untuk mendatangkan turis asing. "Denpasar ada 2 kawasan yang dikembangkan yaitu Sanur dan pariwisata kota Heritage City Tour dengan meningkatkan sarana prasarana di kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar," ungkapnya

Ketua BPPD Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra di tempat yang sama mengemukakan, Table Top merupakan agenda yang rutin diadakan dua kali dalam setahun.

Ia berharap, Table Top ini menjadi asa bagi kepariwisataan Denpasar.

Terlebih pemerintah telah memberlakukan relaksasi/pelunakan terhadap sejumlah kebijakan masuk Bali.

"Dengan melunaknya semua aturan-aturan domestik maupun internasional, ini adalah momentum yang sangat tepat sekali untuk membangkitkan kepariwisataan kita," ujarnya.

"Kalau untuk target nominal dari Table Top ini, belum bisa kita sampaikan. Karena ini untuk pertama kali, saya anggap sebagai testing the water juga," lanjutnya.

Pegiat usaha kepariwisataan yang akrab disapa Gusde itu mengakui, ada beberapa tahapan perlu dilalui dalam upaya pemulihan kepariwisataan.

Salah satunya menumbuhkan kepercayaan masyarakat domestik dan mancanegara untuk berlibur ke Bali. 

Namun ia berkeyakinan, kepariwisataan bisa segera bangkit.

Hal ini mengacu pada pergerakan aktivitas wisata dalam tiga pekan terakhir.

Diakui, relaksasi masuk Bali yang berlaku sejak 7 Maret 2022, berhasil mengatrol okupansi hotel di Denpasar.

"Kalau persentase, saat ini rata-rata okupansi hotel di angka 15 sampai 20 persen," bebernya.

"Pada pertengahan tahun 2022, saya berharap paling tidak rata-rata okupansi hotel bisa mencapai 50 persen," pungkasnya.

Admin
Author : Admin

Kabardewata.com | Media cerdas dari Bali adalah media online independen, berintegritas dan terpercaya menjadi rujukan informasi oleh pembaca.

Tuangkan Komentar Anda
Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>
CAPTCHA Image
Reload Image
Berita Terkait